Rabu, 19 November 2008

BANCI FOTO




















Satu kegiatan yang menjadi hobi favorit saya saat ini adalah fotografi. Bermula dari keinginan besar saya untuk mengabadikan moment-moment indah saat kelas XI ketika akan mengikuti tour ke Bali, saya menabung untuk membali sebuah kamera digital. Akhirnya selama beberapa bulan terkumpulah sedikit uang untuk membeli kamera impian. Saya mendapat banyak foto kenangan di Bali. Tidak hanya itu, beberapa moment penting bisa saya abadikan. Awalnya foto-foto saya hanya untuk konsumsi sendiri, namun semakin hari saya baru sadar bahwa dengan memfoto saya mendapati banyak hal, mengabadikan sebagian proses hidup yang menyenangkan yang tidak akan pernah terulang, hal-hal yang saya suka, berbagi keceriaan, dsb. Tidak jarang, saya membawa kamera imut saya kemana saya pergi, termasuk kesekolah. Teman-teman MagesTy-pun sudah sangat akrab dengan kamera saya. Ibaratnya saya adalah seorang fotografer MagesTy. Saya mendapati fenomena unik dari teman-teman MagesTy hingga sekarang ini, sebagian besar dari meraka (termasuk fotografernya) sudah menjadi BANCI FOTO.


Banyak dari mereka yang dulu malu-malu untuk berpose didepan kamera, kini menjadi sangat lincah. Namun sayangnya masih ada satu dua teman saya yang enggan untuk difoto. Meraka akan memalingkan muka mereka seketika (secepat kilat) ketika sang fotografer beraksi. Tak jarang saya memfoto tanpa seizing atau sepengetahuan mereka. Namun tetap tidak berhasil. Saya sangat terkejut ketika mendengar alasan kenapa mereka menolak untuk difoto. Salah satu teman saya dengan PD-nya berkata seperti ini “Aku ki wis ayu, nopo ndadhak di foto barang” (Saya sudah cantik kenapa harus difoto), “Aku tak foto dhewe wae , engko tak kek’ke kowe” (Saya foto sendiri saja nanti saya kasih kamu). Alasan yang mengejutkan sekaligus konyol, bukan? Hal seperti inilah yang menjadi seni dalam hobi saya untuk memfoto, dan menjadi tantangan tersendiri untuk saya mengambil gambar bagus dari mereka. Tunggu tanggal mainnya!
Check this out!

Tidak ada komentar: